KEJUJURANNYA MENDATANGKAN HIDAYAH
Syekh Abdul Qadir Jaelay adalah waliyullah yang mempunyai banyak karomah. beliaulah adalah seseorang sosok sufi yang masyhur. ajaran tasawufnya banyak diikuti oleh umat islam. bahwa belaiu akan menjadi orang besar dengan penuh kearifan dan kemasyhuran sudah tampak pada masa kecilnya.
Diceritakan, ketika Syekh Abdul Qadir Jaelay masih kecil, beliau diajak oleh ibunya menunaikan ibadah haji, beliau sangat terheran melihat lautan manusia sewaktu wukuf di arofah. dalam batinnya beliau berkata,
Juka di dunia saja, mereka demikian sangat besar, bagaimana nanti saat dikumpulkan Allah SWT di padang mahsyar, akau akan berada dimana, apakah aku bisa bersama-sama dengan mereka?
sesuai menunaikan ibadah haji, beliau menghadap ibunya meminta restu untuk pergi menuntut ilmu ke baghdad yaitu negara yang terkenal sebagai pusat keilmuan islam pada waktu.
Ibu, hibahkanlah diriku ini kepada Allah, titipkanlah aku kepada-Nya sampai kita berjumpa
di masyhar. aku akan menuntut ilmu di baghdad," kataSyekh Abdul Qadir Jaelay kepada ibunya.
"Jika telah buat tekadmu, pergilah menuntut ilmu, aku akan menitipkanmu kepada Allah. ayahmu meninggalkan warisan 80 dinar, 40 dinar untuk mu dan 40 dinar sisanya akan kuberikan kepada saudaramu," kata ibunya.
saat Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany ingin berangkat ke baghdad, sang ibu membuatkan kantong yang dijahit dibawah ketiak bajunya untuk menyimpan uang yang diberikan untuk bekalnya.
"anakku, kuwasiatkan kepadamu agar kamu selalu jujur, jangan sekali-kali berbohong," pesan ibundanya. kemudian beliau berangkat ke baghdad meninggalkan kota makkah bersama dengan rombongan yang lain. di tengah perjalanan mereka dihadang oleh sekawanan perampok menghampiri Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany dan bertanya :
"Dari mana asalmu?"
"Saya berasal dari salah satu Daerah di Makkah,"jawaban Abdul Qadir".
"Hendak kemana?"
"Aku hendak menuntut ilmu di baghdad."
"Apa yang kamu bawa?"
"saya membawa empat puluh dinar untuk bekal di Baghdad.
"Dimana kamu letakan uang itu?"
"Dibawah ketiak ku."
"Siapa yang menyimpanya disitu?"
"Saya, atas wasiat dari ibuku."
"Mari ikut aku," ajak siperampok sambil menggandeng Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany untuk menghadap pimpinannya.
"Ketua, jika ia memiliki uang tentu ia akan naik kendaraan, "jawabanya.
"Tanyalah kepadanya!" pinta perampok yang menggandeng Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany itu.
"Hai anak kecil, apa yang kamu bawa?"
tanya sang ketua perampok kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
"Empat puluh dinar yang diletakan dibalik jahitan dibawah ketiakku," katanya sambil menunjukan letak uang itu.
"Kamu hendak kemana?" tanya sang pemimpin.
"Saya hendak ke baghdad untuk menuntut ilmu," jawab Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
"Mengapa kamu katakan bahawa kamu memiliki uang, padahal kamu tau bahwa kami adalah sekawanan perampok yang hendak merampas uangmu?" tanya sang pemimpin.
"Ibundaku berwasiat agar aku selalu jujur dalam keadaan apapun. tidaklah pantas kalau aku menghianatinya," jelasnya.
Mendengar jawaban Syekh Abdul Qadir Al-Jaelan, pimpinan perampok tertegun.
"anak kecil ini tidak mau melanggar janji dan menghianati ibunya. sedang kami selama bertahun-tahun selalu melanggar janji kami kepada Tuhan.
Kami selalu mencuri dan merampok. bagaimana keadaan kami nanti dihadapan Allah?" gumam pemimpin perampok tersebut dalam batinnya.
Ia lalu menangis dan mengangkat pandangannya ke langit seraya berkata: "Ya Allah, aku bertaubat kepada Mu karena anak ini."
"Bagaimana dengan kalian, wahai saudara-saudaraku?" tanya pimpinan tersebut kepada anak buahnya.
"Bertahun-tahun tuan mengajari kami merampok, maka jika anda ingin bertaubat kepada Allah, kamipun akan mengikutinya. Selama ini anda telah memimpin kami mencuri dan merampok, sekarang pimpinlah bertaubat kepada Allah," jawab mereka kemudian perampok yang berjumlah 40 orang bersama-sama bertaubat kepada Allah.
"Wahai saudara-saudara sekalian, siapa yang barangnya kami rampok harap ambil kembali. kami telah bertaubat kepada Allah," kata kawan perampok itu kepada rombongan yang bersama Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
Setelah mereka mengembalikan barang-barang rampokannya kepada pemiliknya mereka berkata kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany,
"kami ingin pergi bersamamu ke Baghdad untuk menuntut ilmu." Peristiwa menakjubkan ini terjadi berkata kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
Dikisahkan, pada waktu menuntut ilmu di Baghdad, Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany. dan kawan-kawannya pernah kehabisan uang. selama 7 hari mereka kelaparan karena tidak mempunyai uang untuk membeli makanan. beliau berkata kepada kawan-kawannya,
"kawan-kawan tetaplah kalian disini, aku akan berusaha mencari makanan di luar untuk kalian. juka Allah memberikan rezeki, maka aku akan segera kembali."
beliau kemudian berangkat untuk mencari rezeki dari satu tempat ketempat yang lain, tetap usahanya sia-sia. beliau tedak menemukan sedikitpun rezeki untuk bisa diberikan kepada kawan-kawannya. hingga beliau karena sudah merasa sudah lelah dan lemas karena kelaparan maka beliau menghampiri sebuah masjid dan berniat istirahat di masjid tersebut.
"Lebih baik aku tidur di masjid ini. jika Allah menghendaki aku meninggal, maka aku akan meninggal di rumah-Nya," katanya dalam batin.
Saat beliau berbaring dimasjid tersebut untuk menunggu ajalnya karena sangat kelaparan, datang seorang lelaki dan duduk disampingnya. ia membawa makanan dan bermaksud makan didekat Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany. tiba-tiba beliau di ajak makan oleh lelaki tersebut.
"Wahai anak muda mari makan bersamaku!" ajak lelaki itu.
"Alkhamdulillah," jawab Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
"sudah tujuh hari aku di negara ini mencari seorang anak bernama Syekh Abdul Qadir. Namun, hingga hari ini aku belum menemukannya. ibunya menitipkan kepadaku uang delapan dinar untuk diberikan kepadanya, tetapi bekalku telah habis, maka hari ini aku mengambil satu dinar dari uang titipan itu untuk membeli makanan agar dapat meneruskan pencarianku," kata lelaki tersebut usai makan bersama Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
Mendengar kata perlelaki itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany terdiam sejenak syara memperhatikan lelaki tersebut kemudian berkata, " Aku adalah Abdul Qadir, orang yang selama ini kamu cari."
"Benarkah itu!" kamukah Abdul Qadir?" tanyanya keheranan.
Setelah terdiam beberapa saat, lelaki itu kemudian berkata "Tadi kamu adalah tamuku, tetapi sekarang aku menjadi tamumu."
"Berikanlah tujuh dinar kepadaku, dan simpanlah untukmu sisa dari satu dinar yang telah kamu belajakan," kata beliau kepada lelaki itu.
Setelah memberikan tujuh dinar kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany. lelaki tersebut berpamitan dan berpisah dengan perasaan gembira, kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany pulang kepada kawan-kawannya dan meyerahkan uang itu kepada mereka seraya berkata, "ambilah uang ini dan belanjakanlah semuanyauntuk kepereluan kalian!"
Kisah diatas adalah baru sepenggal dari kisah kehidupannya, masih tereamat banyak cerita beliau
semoga MEMBAWA MANFAAT BAGI KITA
Pelajari juga tentang "WAJIB BELAJAR"
"Bertahun-tahun tuan mengajari kami merampok, maka jika anda ingin bertaubat kepada Allah, kamipun akan mengikutinya. Selama ini anda telah memimpin kami mencuri dan merampok, sekarang pimpinlah bertaubat kepada Allah," jawab mereka kemudian perampok yang berjumlah 40 orang bersama-sama bertaubat kepada Allah.
"Wahai saudara-saudara sekalian, siapa yang barangnya kami rampok harap ambil kembali. kami telah bertaubat kepada Allah," kata kawan perampok itu kepada rombongan yang bersama Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
Setelah mereka mengembalikan barang-barang rampokannya kepada pemiliknya mereka berkata kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany,
"kami ingin pergi bersamamu ke Baghdad untuk menuntut ilmu." Peristiwa menakjubkan ini terjadi berkata kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
Dikisahkan, pada waktu menuntut ilmu di Baghdad, Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany. dan kawan-kawannya pernah kehabisan uang. selama 7 hari mereka kelaparan karena tidak mempunyai uang untuk membeli makanan. beliau berkata kepada kawan-kawannya,
"kawan-kawan tetaplah kalian disini, aku akan berusaha mencari makanan di luar untuk kalian. juka Allah memberikan rezeki, maka aku akan segera kembali."
beliau kemudian berangkat untuk mencari rezeki dari satu tempat ketempat yang lain, tetap usahanya sia-sia. beliau tedak menemukan sedikitpun rezeki untuk bisa diberikan kepada kawan-kawannya. hingga beliau karena sudah merasa sudah lelah dan lemas karena kelaparan maka beliau menghampiri sebuah masjid dan berniat istirahat di masjid tersebut.
"Lebih baik aku tidur di masjid ini. jika Allah menghendaki aku meninggal, maka aku akan meninggal di rumah-Nya," katanya dalam batin.
Saat beliau berbaring dimasjid tersebut untuk menunggu ajalnya karena sangat kelaparan, datang seorang lelaki dan duduk disampingnya. ia membawa makanan dan bermaksud makan didekat Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany. tiba-tiba beliau di ajak makan oleh lelaki tersebut.
"Wahai anak muda mari makan bersamaku!" ajak lelaki itu.
"Alkhamdulillah," jawab Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
"sudah tujuh hari aku di negara ini mencari seorang anak bernama Syekh Abdul Qadir. Namun, hingga hari ini aku belum menemukannya. ibunya menitipkan kepadaku uang delapan dinar untuk diberikan kepadanya, tetapi bekalku telah habis, maka hari ini aku mengambil satu dinar dari uang titipan itu untuk membeli makanan agar dapat meneruskan pencarianku," kata lelaki tersebut usai makan bersama Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany.
Mendengar kata perlelaki itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany terdiam sejenak syara memperhatikan lelaki tersebut kemudian berkata, " Aku adalah Abdul Qadir, orang yang selama ini kamu cari."
"Benarkah itu!" kamukah Abdul Qadir?" tanyanya keheranan.
Setelah terdiam beberapa saat, lelaki itu kemudian berkata "Tadi kamu adalah tamuku, tetapi sekarang aku menjadi tamumu."
"Berikanlah tujuh dinar kepadaku, dan simpanlah untukmu sisa dari satu dinar yang telah kamu belajakan," kata beliau kepada lelaki itu.
Setelah memberikan tujuh dinar kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany. lelaki tersebut berpamitan dan berpisah dengan perasaan gembira, kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelany pulang kepada kawan-kawannya dan meyerahkan uang itu kepada mereka seraya berkata, "ambilah uang ini dan belanjakanlah semuanyauntuk kepereluan kalian!"
Kisah diatas adalah baru sepenggal dari kisah kehidupannya, masih tereamat banyak cerita beliau
semoga MEMBAWA MANFAAT BAGI KITA
Pelajari juga tentang "WAJIB BELAJAR"


No comments:
Post a Comment
bijaklah dalam komentar